me

me

Rabu, 02 Desember 2015

Perpecahan Islam (bag 2)

Bergantinya khilafah ke tangan ali bin abi thalib merubah tatanan pemerintahan islam. Sikap dan sifat ali hampir sama dengan sikap dan sifat umar. Tegas dan cenderung galak. Ia melakukan pembenahan pemebenahan. Mengatur system perdagangan yang sebelumnya di sinyalir di monopoli oleh keluarga utsman. Mencopot gubernur gubernur yang dihasilkan dari nepotisme keluarga utsman. Mengambil tanah tanah yang sebelumnya di bagikan oleh keluarga utsman  kepada baitul mal.

Melihat sikap yang demikian. Muncul ketidaksenangan terhadap kepemimpinan ali dari keluarga utsman. Akhirnya pihak keluarga bersamaan para sahabat meminta ali untuk mengusut kasus pembunuhan utsman bin affan. Yang dilakukan oleh pemberontak yang juga meupakan pendukung ali bin abi tholib. Bahkan muncul fitnah yang dilayangkan keluarga muawiyah bahwa ali bin abi thalob lah pihak di balik pembunuhan utsman. Karena ketidak inginan ali untuk mengusutnya. Dan ada anggapan bahwa ada hubungannya pembaiatan ali dengan terbunuhnya utsman.


Ada dua sahabat yang berpikiran sama dengan pihak muawiyah. Zubair dan thalhah. Banyak pendapat yang menyatakan keduanya juga ada misi pribadi ingin menjadi khalifah menggantikan ali. Tapi misi yang dibawa nya ketika itu mengusut kematian utsman kepada ali. Kemudian zubair dan thalhah mengajak aisyah. Sama sama menuntut pengusutan kematian utsman. Ali tidak menggubris. Dan akhirnya muncul lah peperangan. Yang di namakan perang jamal/onta. Karena saat itu aisyah juga ikut berprang dengan menaiki unta. Thalhah dan zubair terbunuh saat itu sedangkan unta aisyah terbunuh. Dan aisyah diselamatkan dan dikembalikan ke makkah. 

Peperangan selanjutnya tercipta dari kubu muawiyah dengan tuntuan yang sama kepada ali. Karena muawiyah masih bagian keluarga utsman. Peprangan pun di mulai. Piring ini dinakaman perang shiffin ataupun perang tahkim.  Pada perang ini sebetulnya kedudukan  muawiyah sudah diujung kekalahan. Namun pihak muawiyah mempunyai seorang bernama amr bin ash seorang yang ahli dalam strategi perang. Pada saat pasukan muawiyah tunggang langgang karena kekalahan. Seorang amr bin ash mengajak perdamaian dengan mengangkat al quran. Ali awalnya keberatan , namun akhirnya mau. Pihak amr bin ash yang mewakili pihak muawiyah mengajak tahkim. Pada prose situ ali dan muawaiyah harus sama sama melepaskan jabatannya sebagai khalifah dan gubernur. 

Proses perdamaian ataupun tahkim tidak disukai para pendukung ali. Dan menganggap apa yang dilakuakn ali keluar dari hukum al quaran. Mereka keluar dari pendukung ali. Orang orang yang keluar ini akhirnya di juluki dengan nama kaum khawarij. Mereka membenci orang orang yang mengadakan perundingan ini. baik ali, muawiyah maupun amr bin ash. Bahkan mereka ingin membunuh ketiganya. Namun keinginan mereka tidak tercapai. Mereka hanya bisa membunuh ali bin abi tholib. 

Sejak itu khalifah jatuh ke tangan hasan. Hasan meneruskan perundingan mewakli ali yang sudah wafat. Karena dukungan di pihak ali berkurang, maka hasan memberikan tapuk kekuasaan kepada muawiyah. Dan saat itu dinamakan tahun jamaah. Orang orang yang bertikai kembali bersatu suara. Dan system khilafah berubah menjadi system kerajaan. Dengan di pimpin oleh muawiyah.

Tidak ada komentar: