Bergantinya khilafah ke
tangan ali bin abi thalib merubah tatanan pemerintahan islam. Sikap dan sifat
ali hampir sama dengan sikap dan sifat umar. Tegas dan cenderung galak. Ia melakukan
pembenahan pemebenahan. Mengatur system perdagangan yang sebelumnya di sinyalir
di monopoli oleh keluarga utsman. Mencopot gubernur gubernur yang dihasilkan
dari nepotisme keluarga utsman. Mengambil tanah tanah yang sebelumnya di
bagikan oleh keluarga utsman kepada
baitul mal.
Melihat sikap yang
demikian. Muncul ketidaksenangan terhadap kepemimpinan ali dari keluarga
utsman. Akhirnya pihak keluarga bersamaan para sahabat meminta ali untuk mengusut
kasus pembunuhan utsman bin affan. Yang dilakukan oleh pemberontak yang juga
meupakan pendukung ali bin abi tholib. Bahkan muncul fitnah yang dilayangkan
keluarga muawiyah bahwa ali bin abi thalob lah pihak di balik pembunuhan
utsman. Karena ketidak inginan ali untuk mengusutnya. Dan ada anggapan bahwa
ada hubungannya pembaiatan ali dengan terbunuhnya utsman.
Ada dua sahabat yang
berpikiran sama dengan pihak muawiyah. Zubair dan thalhah. Banyak pendapat yang
menyatakan keduanya juga ada misi pribadi ingin menjadi khalifah menggantikan
ali. Tapi misi yang dibawa nya ketika itu mengusut kematian utsman kepada ali. Kemudian
zubair dan thalhah mengajak aisyah. Sama sama menuntut pengusutan kematian
utsman. Ali tidak menggubris. Dan akhirnya muncul lah peperangan. Yang di
namakan perang jamal/onta. Karena saat itu aisyah juga ikut berprang dengan
menaiki unta. Thalhah dan zubair terbunuh saat itu sedangkan unta aisyah
terbunuh. Dan aisyah diselamatkan dan dikembalikan ke makkah.
Peperangan selanjutnya
tercipta dari kubu muawiyah dengan tuntuan yang sama kepada ali. Karena muawiyah
masih bagian keluarga utsman. Peprangan pun di mulai. Piring ini dinakaman
perang shiffin ataupun perang tahkim. Pada
perang ini sebetulnya kedudukan muawiyah
sudah diujung kekalahan. Namun pihak muawiyah mempunyai seorang bernama amr bin
ash seorang yang ahli dalam strategi perang. Pada saat pasukan muawiyah
tunggang langgang karena kekalahan. Seorang amr bin ash mengajak perdamaian
dengan mengangkat al quran. Ali awalnya keberatan , namun akhirnya mau. Pihak amr
bin ash yang mewakili pihak muawiyah mengajak tahkim. Pada prose situ ali dan
muawaiyah harus sama sama melepaskan jabatannya sebagai khalifah dan gubernur.
Proses
perdamaian ataupun tahkim tidak disukai para pendukung ali. Dan menganggap apa
yang dilakuakn ali keluar dari hukum al quaran. Mereka keluar dari pendukung
ali. Orang orang yang keluar ini akhirnya di juluki dengan nama kaum khawarij. Mereka
membenci orang orang yang mengadakan perundingan ini. baik ali, muawiyah maupun
amr bin ash. Bahkan mereka ingin membunuh ketiganya. Namun keinginan mereka
tidak tercapai. Mereka hanya bisa membunuh ali bin abi tholib.
Sejak itu
khalifah jatuh ke tangan hasan. Hasan meneruskan perundingan mewakli ali yang
sudah wafat. Karena dukungan di pihak ali berkurang, maka hasan memberikan
tapuk kekuasaan kepada muawiyah. Dan saat itu dinamakan tahun jamaah. Orang orang
yang bertikai kembali bersatu suara. Dan system khilafah berubah menjadi system
kerajaan. Dengan di pimpin oleh muawiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar