Sepeninggal nabi kepemimpinan islam
di teruskan kepada khalifah. Abu bakar adalah sosok yang di hormati dan
disegani, begitu pun umar yang sangat galak dan di takuti. Memasuki kepemimpinan
utsman bin affan. Rasullah semasa hidupnya pernah memerintakan beliau untuk
bersabar akan kejadian yang menimpa dirinya nanti, akan terjadi fitnah yang
membuat dirinya terbunuh. Sampailah utsman
ketika menjadi khalifah. Dan muncul pemberontakan di kalangan umat islam.
Pemberontakan itu digolak kan oleh
seorang bernama Abdullah bin saba. Seorang yang berpura pura masuk islam yang
awalny adalah agama yahudi. Ia melayangkan dan menyebarkan fitnah terhadap
utsman dengan beberapa pembenaran yang ia lakukan.
1. Semasa hidupnya
rasul pernah berkata bahwa ia adalah nabi terakir dan ali adalah peneruskan
yang terakhir. Ia beranggapan setelah rosul meninggal tidak ada khalifah selain
ali bin abi thalib
2. Semasa rosul
hidup, utsman melarikan diri dari perang uhud, tidak ikut perang badar, ddan
bhaiat ridwan. Hal tersebut sesungguhnya sudah di bantah oleh Abdullah bin
umar. Yang merangkan bahwa. Allah telah memaafkan utsman akan kejadian di
perang uhud. Dan ada alasan untuk utsman tidak mengikuti perang badar dan
bhaiat ridwan.
3. Utsman melakukan
nepotisme dalam menjalankan pemerintahannya.
Kurang lebih tiga hal ini lah yang di
gaungkan oleh Abdullah bin saba kepada para pengikutnya. Dan hasutan hasutan itu
berujung upaya pemeberontakan melengserkan utsman dengan cara membunuhnya.
Upaya pemberontakan dengan cara pembunuhan utsman sebenernya sudah diketahui oleh pihak utsman maupun sahabat sahabatnya. Dalam hal ini muncul fitnah baru yang di gaungkan oleh kelompok kelompok syiah untuk memuluskan mereka membenci para sahabat sahabt nabi. Fitnah yang mereka lontarkan adalah bahwa para sahabat hanya diam saja ketika ada perencanaan pembunuhan utsman. Bahkan fitnah yang lebih kejam ialah bahwa para sahabat sahabat nabi ikut membunuh utsman.
Upaya pemberontakan dengan cara pembunuhan utsman sebenernya sudah diketahui oleh pihak utsman maupun sahabat sahabatnya. Dalam hal ini muncul fitnah baru yang di gaungkan oleh kelompok kelompok syiah untuk memuluskan mereka membenci para sahabat sahabt nabi. Fitnah yang mereka lontarkan adalah bahwa para sahabat hanya diam saja ketika ada perencanaan pembunuhan utsman. Bahkan fitnah yang lebih kejam ialah bahwa para sahabat sahabat nabi ikut membunuh utsman.
Padahal kejadian sesungguhnya. Ketika
utsman mengetahui kabar demikian. Para sahabat menawarkan diri untuk membela
utsman, melindungi, bahkan memerangi para pemberontak.namun reaksi utsman saat
ini melarang para sahabat yang ingin membela ataupun melindungi utsman. Dengan catatan
ataupun alasan.
1. Rasoul pernah
berwasiat akan kejadian yang demikian ini. dan wasiat rosul adalah kebenaran
2. Adalah kebenaran
ia akan terbunuh dalm pemberontakan ini walaupun dengan segenap upaya orang
orang yang ingin melindunginya.
3. Jumlah sahabat
yang setia pada saat itu lebih sedikit daripada orang orang yang memberontak. Utsman
lebih mementingkan penerus kesetian orang orang yang masih hidup dibandingkan
dirinya.
Setelah wafatnya utsman banyak
kalangan yang mencoba membuat fitnah baru bahwa para sahabat hanya diam dan
bahkan ikut membunuh utsman. Padahal para sahabat saat itu memang dilarang. Dan
sikap ketaatan dan kepercayaan terhadap pemimpin itulah prinsip para sahabat.
Selanjutnya, setelah wafatnya
utsman bin affan banyak permintaan untuk
pembaiatan khalifah selanjutnya. Dari kalangan sahabat satu suara mendukung ali
bin abi thalib. Kalangan pemberontak pun sama, penilaian terhadap ali bagus dan
pewaris kepemimpinan rosulullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar