me

me

Rabu, 02 Desember 2015

Perpecahan Islam (bag 1)

Sepeninggal nabi kepemimpinan islam di teruskan kepada khalifah. Abu bakar adalah sosok yang di hormati dan disegani, begitu pun umar yang sangat galak dan di takuti. Memasuki kepemimpinan utsman bin affan. Rasullah semasa hidupnya pernah memerintakan beliau untuk bersabar akan kejadian yang menimpa dirinya nanti, akan terjadi fitnah yang membuat dirinya terbunuh.  Sampailah utsman ketika menjadi khalifah. Dan muncul pemberontakan di kalangan umat islam.

Pemberontakan itu digolak kan oleh seorang bernama Abdullah bin saba. Seorang yang berpura pura masuk islam yang awalny adalah agama yahudi. Ia melayangkan dan menyebarkan fitnah terhadap utsman dengan beberapa pembenaran yang ia lakukan.
1.     Semasa hidupnya rasul pernah berkata bahwa ia adalah nabi terakir dan ali adalah peneruskan yang terakhir. Ia beranggapan setelah rosul meninggal tidak ada khalifah selain ali bin abi thalib
2.     Semasa rosul hidup, utsman melarikan diri dari perang uhud, tidak ikut perang badar, ddan bhaiat ridwan. Hal tersebut sesungguhnya sudah di bantah oleh Abdullah bin umar. Yang merangkan bahwa. Allah telah memaafkan utsman akan kejadian di perang uhud. Dan ada alasan untuk utsman tidak mengikuti perang badar dan bhaiat ridwan.
3.     Utsman melakukan nepotisme dalam menjalankan pemerintahannya.
Kurang lebih tiga hal ini lah yang di gaungkan oleh Abdullah bin saba kepada para pengikutnya. Dan hasutan hasutan itu berujung upaya pemeberontakan melengserkan utsman dengan cara membunuhnya.
Upaya pemberontakan dengan cara pembunuhan utsman sebenernya sudah diketahui oleh pihak utsman maupun sahabat sahabatnya. Dalam hal ini muncul fitnah baru yang di gaungkan oleh kelompok kelompok syiah untuk memuluskan mereka membenci para sahabat sahabt nabi. Fitnah yang mereka lontarkan adalah bahwa para sahabat hanya diam saja ketika ada perencanaan pembunuhan utsman. Bahkan fitnah yang lebih kejam ialah bahwa para sahabat sahabat nabi ikut membunuh utsman.

Padahal kejadian sesungguhnya. Ketika utsman mengetahui kabar demikian. Para sahabat menawarkan diri untuk membela utsman, melindungi, bahkan memerangi para pemberontak.namun reaksi utsman saat ini melarang para sahabat yang ingin membela ataupun melindungi utsman. Dengan catatan ataupun alasan.
1.     Rasoul pernah berwasiat akan kejadian yang demikian ini. dan wasiat rosul adalah kebenaran
2.     Adalah kebenaran ia akan terbunuh dalm pemberontakan ini walaupun dengan segenap upaya orang orang yang ingin melindunginya.
3.     Jumlah sahabat yang setia pada saat itu lebih sedikit daripada orang orang yang memberontak. Utsman lebih mementingkan penerus kesetian orang orang yang masih hidup dibandingkan dirinya.
Setelah wafatnya utsman banyak kalangan yang mencoba membuat fitnah baru bahwa para sahabat hanya diam dan bahkan ikut membunuh utsman. Padahal para sahabat saat itu memang dilarang. Dan sikap ketaatan dan kepercayaan terhadap pemimpin itulah prinsip para sahabat.

Selanjutnya, setelah wafatnya utsman  bin affan banyak permintaan untuk pembaiatan khalifah selanjutnya. Dari kalangan sahabat satu suara mendukung ali bin abi thalib. Kalangan pemberontak pun sama, penilaian terhadap ali bagus dan pewaris kepemimpinan rosulullah. 

Tidak ada komentar: