me

me

Senin, 28 September 2015

Pulanglah

Tulisan ini adalah saksi kesakitan sebuah hati yang tertutupi guratan senyum.

Aku menunggu nya pulang.
Membangun peradaban yang lama kau tinggalkan
Mungkin peradaban itu telah dibuangnya.
Entah apa jalan pikirannya.
Entah apa tujuan nya
Entah apa pikirannya melakukan tindakan itu.
Yang pasti melukai kami semua. Anak dan keluarganya.

Kuingin kau tetap pulang.
Kembali keperadaban.
Berbagi kebahagiaan.

Tidak ada komentar: