Judul ini adalah istilah lama. Terinspirasi dari no pain no gain. Orang yang ingin naik kelas harus dapat ujian dulu di akhir semester. Orang yang ingin menghafal al quran, harus lh bekerja keras untuk menghafal. Seorang olahragawan yang ingin membentuk otot. Haruslah merasakan sakit mengangkat beban. Yang suka olahraga sepak bola pun tak kan pernah jago bermain nya jika belum pernah cedera atau setidaknya pegal pegal.
Nah, sakit yang saya alami adalah cedera lutut. Akibat menahan beban tubuh dengan satu kaki. Dan dengan posisi salah.
Sakit nya bukan main. Lebih parah d bandng kecelakaan motor dulu. Karena ini kaki , yang harus saya gunakan untuk berjalan.
Kejadin hari sabtu malam. Setelah kejadian itu saya hanya memberikan minyak gosok ke lutut dan minum penghilang rasa sakit.
Sembuh sesaat. Namun 6 jam kemudian perih lagi.
Di minggu malam saya pergi ke tukang patah tulang dan keseleo. Bayangan saya disana cuma di kasih minyak, di urut pelan pelan.
Saya ternyata under estimate.
Yang saya dapatkan lebih dari itu.
Walaupun menunggu sedikit lama.
Setelah giliran saya, langsung di tanya. Di bagian mana yang sakit. Saya tunjuk. Dan di titik itulah langsng d tekan. Saya menahan teriakan.
Ketika sudah tidak d tekan dan diurut. Saya pikir selesai. Ternyata belum.
Kaki saya di tekuk. Kemudian di tarik keras. Di tekuk lagi dan langsng di tarik lurus keras. Sakitnyaaa bukann main.
Ingin pukul sang terapis rasanyaa.
Namun setelah selesai terapi seluruh kaki saya yang sakit jadi rilek dan lemas.
Saya di suruh pulang. Dan ketika bangun tidur saya merasakan kaki saya sudah agak baikan.luar biasa
Konsep hidup sebelum pertumbuhan kehidupan kita harus merasakan sakit benar adanya. Wow
Tidak ada komentar:
Posting Komentar