Kopi saat ini bukan hanya sebatas sebuah minuman hitam pekat. Tapi juga sebuah komoditi untuk gaya hidup. Bukan hal baru di dunia. Namun sesuatu gaya baru di asia, khususnya di indonesia.
Kopi yang di maksud bukan sebatas memasukan sang air beraroma khas ke dalam tenggorokan. Tetapi menikmati suasana dalam meneguk secangkir minuman dengan citra rasa pahit manis itu.
Cafe , itulah tempat yang saat ini di jadikakan untuk menikmati suasana itu.
Secara garis besar, citra rasa original kopi hanya dibagi dua. Robusta dan arabica. Baik yang instan maupun menggunakan coffe maker beda beda tipis rasanya.
Namun, suasa yang membuatnya berbeda. Entah dengan buaian musik khas disana, entah dengan dingin nya air conditioner, tempat duduk yang nyaman, signal wifi yang kencang, atau juga dengan siapa kita berada disana.
Cafe dan kopi adalah sebuah kesatuan. Gaya hidup baru di rujuk dari luar sana, eropa.
Bedanya, di eropa sana, cafe dan kopi adalah teman untuk berdiskusi serius.
Wadah Untuk melakukan gerakan sosial ataupun politik.
Ia adalaha ruang publik
Indonesia, cafe adalah sebuah meeting point. Namun bukan untuk diskusi serius.
Beberapa melakukan transaksi disana. Kebanyakan menjadi tempat hang out dan cekakak cekikik bersama.
Belum lama istilah stand up comedy ada disana. Zona untuk mengkritik sosial dengan gaya lucu.
Namun orientasi nya hanya hiburan.
Cafe dan kopi. Ialah budaya?
budaya akan membawa nilai.
Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar