me

me

Kamis, 23 April 2015

Atas nama sekolah

Pekan ini sedang ramai di bicarakan di televisi ataupun social media tentang "splash after class" . Sebuah pesta bikini yang mengatas namakan sekolah sekolah baik negeri maupun swasta.
Berikut cuplikan video yang saya ambil dari youtube

Watch "You're Invited!! Undangan SPLASH AFTER CLASS Pool Party (Goodbye UN) by Divine Production 2015" on YouTube - https://youtu.be/hqiGlQ3ORjw

Pandangan muda mudi tentang sebuah kegiatan seperti ini memang beragam.

Ada yang setuju dan sepemikiran. Alasannya ialah sebuah kebebasan ekspresi. Bikini party adalah sebuah pelepasan tekanan tekanan yang di alami siswa siswi setelah sekian tahun ia belajar.

Selain itu juga ada yang beralasan. Terselenggaranya bikini party murni kontribusi siswa siswi. Tak mengajukan dana siapa pun. So, bagi yang punya uang tak ada salah.
Toh acara ini pun tidak mengganggu dan masih menghargai norma. Walaupun secara asas kepatutan tetap bermasalah.

Walaupun begitu, banyak juga siswa yang tidak setuju dan menolak keras.
Pertama itu acara tidak resmi dari sekolah, namun seakan akan dilegalkan oleh sekolah.

Kedua, sma bukan akhir dari kehidupan. Belum saat nya berpesta. Disaat banyak siswa lain yang masih deg deg an dan berjuang untuk mengikuti tes masuk sekolah lanjutan maupun menanti hasil UN.

Entah, jawaban setuju ataupun tidak akan tentang sebuah party. Ada hal yang lebih penting lagi dari sekedar itu.

Muncul pertanyaan kemudian.
Apa motif dari mereka membuat party, apalagi berbau bikini?

Dari mana ide dasar mereka?

Untuk mengadakan sebuah pesta bukan lah perkara mudah. Butuh waktu dan biaya yang banyak.

Artinya teman teman pelajar saat ini, sangat memiliki waktu lowong yang panjang meskipun sedang menghadapi ujian.

Status ujian nasional bukan lagi sebagai syarat kelulusan kini menjadi angin surga bagi pelajar.
Positif nya, beban mereka berkurang. Mereka tidak terbebani mental nya.
Negatifnya, ternyata, kondisi demikian di jadikan alasan untuk berleha leha dalam belajar.

Maka dari itu status ujian nasional yang demikian, harus di iringi pengawasan yang ketat dari instansi pendidikan

Tidak ada komentar: