Kisah tentang seseorang
yang diberikan nama dengan arti judul diatas. Judul diatas sebenarnya
penghalusan dari arti nama yang sebenarnya.
Arti nama sesungguhnya ialah prajurit perang yang memiliki tekad. Dalam bahasa arab di sebut ghozi zulazmi. Ya.
Tentang arti namaku.
Sesungguhnya ketika aku
dulu dilahirkan. Orang tuaku sudah memberikan suatu gambaran hidup yang akan
kulalui ketika aku dewasa nanti. Berliku. Naik turun. Dinamis. Itulah kehidupan
yang kulalui nantinya. Sehingga dapat diidentikan kehidupan ku nantinya ialah
sebuah peperangan. Sangat keras dan tedengar kasar memang. " Tapi itulah hidup nak , kau harus menerima realita itu nanti". Begitulah mungkin apa yang disampaikan
oleh orang tuaku dulu." Dalam peperangan
kau akan mempunyai musuh yang banyak. Ya hidup ini penuh dengan perang. Perang berarti
kau memiliki musuh. Dan sebelum hidupmu
belum berakhir. Perang tak kan pernah usai. Kau akan selalu mempunyai musuh .
entah musuh itu berasal dari luar/ orang yang tak kau kenal. Musuh yang berasal
dari dalam. Orang yang dekat dengan mu. Atau musuh itu ialah dirimu sendiri. Dan
yang pasti musuh itu tidak selalu berbentuk wujud. Apapun itu sesuatu yang
menghalangi dalam mencapai jalanmu itu ialah musuhmu." ujarnya implisit ketika memberikan nama
Dalam peperangan ada
satu tujuan yang pasti diinginkan. Kemenangan. Dan dalam hidup aku harus mendapatkan
itu. Sejak kecil orangtuaku sudah mewanti kan itu kepadaku. Hidup ini perang
dan harus menang. Bagaimana caranya aku harus menang. Sementara musuh-musuhku
sangat banyak dan tidak pernah usai. Orang tua ku berkata kepadaku lewat
artinamaku. " Kau akan di bantu banyak
kawan. Dalam peperangan kau mungkin akan pernah sendiri. Namun akan lebih
banyak kau bersama yang lain. tapi yang menentukan kemenanganmu bukanlah yang
lain tapi dirimu sendiri. Dengan tekadmu. Itulah temanmu yang paling berarti. Tekad.
Kau kehilangan tekad, kau kalah. Hadirkan
tekadmu itu." nasihatnya dalam arti namaku.
" Dan satu hal lagi yang
akan membantumu dalam memenangi setiap peperangan yang ada dikehidupan ini.
ialah panglima perangmu. Raja mu. Tidak, dalam peperangan di kehidupan ini kau
bukan seorang raja. Kau hanya prajurit ". Orang tua ku menginginkan demikian. Agar
aku tidak sombong. Ghozi sama dengan prajurit. aku mempunyai seorang panglima yang maha hebat. Dan aku mengabdi pada
nya. berjuang untuknya. Tuhan ku lah sang panglima itu. " Cukup kau dengarkan segala
perintahnya. Bersyukur dan tidak sombong. Niscaya kau akan mendapatkan salah
satu jalan kemenangan mu." ujarnya sekali lagi.
Ingat tekad dan taat
pada panglima. Karena kau adalah prajurit perang yang memiliki tekad. Niscaya kau
akan mendapatkan sebuah kemenangan. Dan tahukah kamu apa bahasa arab dari
kemenangan fauziah.seorang prajurit akan mendapatkan sebuah kemenangan jika disertai dengan tekad.
Ya. Tanpa tekad dan
ketaatan aku tidak akan mendapatkanya.
Dan itulah namaku. Namaku
adalah makna kehidupan ku.
terimakasih orang tuaku yang telah mengajarkan ku tentang kehidupan ini.
terimakasih orang tuaku yang telah mendoakan aku ku.
sejak aku lahir.
lewat namaku.
ghozi zulazmi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar