fellas, aku mau cerita. sebuah kisah dari pengalaman hidupku sendiri.
long distance relationship. hubungan jarak jauh. pacaran jarak jauh.
ada berapa kata benda dari LDR itu?
jika menebak tiga, itu salah besar.
ada dua buah kata benda dari LDR.
distance and autism. jarak dan autism.
inspirasi entri ini ketika saya mendengar sebuah lagu milik raisa yang berjudul LDR.
biasa saja memang. tak ada yang special selain kesyahduan suara raisa.
penasaran aku melihat klip video nya.
saya tertawa kecil, lucu, malu, dan bodoh nya saya.
saya seperti melihat diri saya yang memerankan video klip tersebut.
nih video nya http://www.youtube.com/watch?v=kYkuWhA7Q9g
entahlah, ternyata beda ya kalo kita pacaran sebagaimana layaknya orang umum nya, dengan yang namnaya pacaran ala LDR.
kalo pada umumnya kalo kita lihat orang pacaran, langsung keluar peribahasa, seakan dunia milik berdua.
karena orang yang sedang pacaran umumnya tak menghiraukan orang di sekliling. kemana man berdua, makan berdua, ke kampus berdua, main berdua, belanja berdua,segala nya berdua-dua an.
nah kalo ldr, kadang gue yang menjalaninya aja ga menyadari. kemana mana sendiri, makan sendiri, ke kampus sendiri. main sendiri, apa apa sendiri. tapi secara pribadi gue seakan merasa si dia selalu membersamai. ya jelaslah, gue ingin membuktikan istilah cinta tak mengenal jarak, ruang, dan waktu. selama masih ada gadget. gue makan sambil bbm an, kuliah sambil sms an, tidur sambil telpon-telpon an. jadi gue selalu ngerasa gue menjalani ini seperti halnya pacaran pada umumnya normal normal aja.
tapi setelah nonton klip video raisa. gue tersadar, betapa autisnya gue selama ini. orang lain lihat gue makan sendiri, tapi cekikian sendiri sama hape.
orang lain ngeliat gue kuliah sendiri,, tapi senyum senyum sendiri sama hape.
gue tidur di kos sendiri, tapi kayak sedang membuat percakapan imajiner.halah
gue kocak aja kalo ngeliat ada orang kayak gitu. antara kasian sama yaaa sudahlah ..hahha'
dan celakanya orang yang orang lain kasihani itu adalah gue..
sedihnya jadi gue.
tapi selama ini gue enjoy kok menjalani keautisan ini. walaupun sebenernya ga nyaman. hahah
eittss, tapi buat gue ketidaknyamanan adalah kunci kesuksesan..hha
masih inget kan tentang zona nyaman dan zona tidak nyaman.
okey, bagi kalian yang sedang nyaman dengan istilah dunia milik berdua..
lets go move on ke zona tidak nyaman lu.
zona autisme..
kalo kata motivator, zona tidak nyaman, adalah zona orang sukses.
hidup autisme.hha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar