pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauh dari tanah. ia merasa telah melihat segala dari ketinggiannya. namun, masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil waktu masih kerdil dulu? masih pahamkahbia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari surga, tatkala ia tak peduli dengan pola awan dilangit dan tak kenal tiang listrik.
waktu kecil dulu, kupu - kupu masih sering hinggap di pucuknya. kini, burung besar bahkan bersangkar di ketiaknya. kawanan kelelawar mengantungi buahnya. namun jangan sekali kali ia menganggap rendah kupu-kupu yang menggeliat di tapaknya. karena mendengar bahasanya pun tak mampu.
setiap jenjang memiliki dunianya sendiri, yang sering dilupakan ketika umur bertambah tinggi. tak bisa kembali ke kacamata yang sama, bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar