me

me

Kamis, 26 November 2015

Pertanyaan untuk tuhan

Terselip dilintasan. Jika kematian tiba dan terjadi persidangan dengan tuhan. Itulah pertemuan ku pertama kali dengan pencipta ku. Lantas apa reaksiku kepadanya. Aku juga bingung.
Di dunia lisanku memang selalu mengucap pujian agung untuknya.
Tapi hatiku mungkin jarang memahami apa yang terucap dari mulut ku.
Layaknya kegombalan seorang pria terhadap semua wanita.
Ketika dihadapkan langsung aku tidak tahu akan kah aku masih memuji nya.
Mengucapkan terimakasih untuknya?
Meminta maaf padanya.

Ataukah muncul pertanyaan untuknya.
Mengapa engkau memilihku?

Tidak ada komentar: