me

me

Rabu, 02 April 2014

edisi pemilu : pemilu legislative rasa eksekutif

ini adalah pandangan pribadi saya.
anda boleh sepakat ataupun tidak.

tapi, ini menarik untuk kita cermati. fenomena yang mungkin selalu berulang di setiap pemilu.
namun untuk pemilu 2014. hampir semuanya seperti itu.
berkampanye dengan rasa eksekutif. ya, hampir semuanya.
benar atau salah bukan masalah, tapi ini menarik. karena rasa eksekutif itu terjadi di pemilu legislative.

maksudnya gimana? yuk kita jabarkan.

9 april 2014, menjadi sebuah peristiwa sejarah terselenggaranya pemilihan umum yang terjadi 5 tahun sekali.
menjadi babak sejarah baru akan kondisi bangsa dan negara ini. terutama dalam hal legislative ( DPR, DPD, DPRD)
ya, banyak orang yang lupa. pemilu 9 april besok yang kita pilih adalah partai politik yang akan mewakili kita dalam bersuara. atau orang dari partai politik yang akan bersuara lantang akan yang kita inginkan atau kita tidak inginkan. itulah pemilu legislative.

9 april besok, kita bukan memilih presiden dan wakil presiden ( eksekutif). sosok yang nantinya akan mengeksekusi setiap kebijakan. melayani kita , wajib mensejahterakan kita, membawa bangsa ini hingga terangkat kepalanya. dengan cara menahkodai negara ini dalam track yang benar. dan pemilihan itu baru kita akan laksanakan nanti. bulan juli.


pemilu legislative dan eksekutive berada di tanggal yang berbeda dan juga memiliki fungsi yang berbeda. tapi entah kenapa, dalam pemilu legislative ini kita seakan-akan harus memilih seorang eksekutif. yang bisa meenyejahterkan kita, yang bisa membawa kita dari keterpurukan. padahal kita hanya butuh satu sosok yang dia adalah orang partai politik. yang kita satu pemikiran dengan beliau. akses kita dalam menyampaikan keinginan dan kemauan kita mudah. dan dia adalah orang yang dapat di percaya. itu saja.

entahlah apa yang salah dengan persepsi masyarakat kita.
tidak bisa dislahkan memang.
kita sudah terkontaminasi oleh iklan-iklan kampanye partai politik.
yang menurut saya tidak memberikan pendidikan politik.
namun penipuan politik.

apa urusannya saya harus memilih caleg dari gerindra karena ada prabowo disana
apa urusannya saya harus memilih caleg dari demokrat karena ada sby disana
apa urusannya saya harus memilih caleg pks karena ada anis matta disana
apa urusannya saya harus memilih caleg hanura karena ada win-ht
apa urusannya saya harus memilih caleg pdip karena jokowi yang akan jadi presiden.

kita dibodohi, kita ditipu. kita dimanipulasi.
hey, ini pemilu legislative. siapapun presiden yang anda nanti akan ajukan kenapa kau ajukan sekarang?
suara untuk kau (parpol) mencalonkan presiden itu minimal 20 persen.
untuk apa kau gembar gembor,
ohh aku tau,,kau ingin membodohi kami.
agar aku memilih wakilku di legislative nanti karena wacana wacana capresmu itu.

atau wacana capres-capres itu sebagai bentuk kampanye
karena partai mu tidak memiliki nilai jual dalam gagasan. dalam hal kebijakan.
sehingga kau jual artis-artis capres mu itu. yang mempunyai popularitas tinggi.

maaf aku tidak tertipu dengan kampanye rasa eksekutif mu.
aku hanya memilih caleg yang aku percaya, sejalan dengan pemikiranku, dan akses ku untuk menyampaikan aspirasi mudah.
sekian.

Tidak ada komentar: